Thursday, March 12, 2009

Ya ilahi...

ya ilahi...
aku hanyalah hamba-MU yang lemah..
sudikah ENGKAU mendengarkanku ya ilahi..?

ilahi robbi..
semakin hari..
semakin banyak pengajaran yang ENGKAU berikan padaku..
semakin aku memahami hakikat kehidupan..
semakin aku mengenal siapa diriku..
semakin aku tahu siapa ENGKAU...
semakin aku mengenal hakikat manusia..

ya ilahi..
sekarang aku tahu..betapa aku hanya mampu bergantung padaMU..
aku mampu beribadah padaMU hanya dengan izin serta bantuan-MU ya ilahi..
aku mampu berbuat baik hanya dengan izin serta bantuan-MU..
aku mampu menghindari dosa..,hanya dengan izin serta bantuan-MU..

ya ilahi..
tanpaMU..siapalah aku..
tanpaMU...
tak mungkin aku mampu beribadah padaMU..
tak mungkin aku mampun berbuat walau sedikit kebaikan..
tak mungkin aku mampu menghindar dari dosa..
tanpa bantuan-MU aku hanyalah makhluk yang sangat lemah..

ya ilahi..
bantulah aku...bimbinglah aku ke jalan-MU..
selamatkanlah aku dari segala kejahatan orang-orang jahat..
selamatkan aku dari kedengkian orang-orang yang dengki..

ya ilahi..ya ilahi...
ENGKAUlah yang mengatur perjalanan kehidupan ini ya ilahi..
ya ilahi..
ya ilahi..
ya ilahi robbi..
aku serahkan jiwa dan ragaku kepadaMU..

Mujahid Itu Masih Tersenyum

bagai seorang mujahid yang sedang berperang..dengan lawan yang sangat hebat..kadang-kadang kilatan pedang sempat menyambar tubuh sang mujahid...dengan badan yang berdarah-darah..dengan tubuh yang penuh luka...sang mujahid itu masih berlari dengan kuatnya sambil tersenyum menyambut Syurga yang dijanjikan untuk mujahid2NYA....

walau pun darah yang mengalir membasahi tubuh...dan musuh masih terus menyerang...masih mencuba untuk membuat mujahid itu mundur dari medan perang..,tapi sang mujahid masih lagi terus bergerak dengan tak mempedulikan semua itu...

bagai seekor singa allah...dengan taring dan kuku yang tajam..dengan lengan dan kaki yang sangat kuat..,mujahid itu bertempur dan menghacurkan setiap musuhnya..walau darah masih mengalir dari serubu luka ditubuhnya..ia masih terseyum...mujahid itu masih tersenyum...

pagi tadi..singa allah itu kembali bertempur melawan dunia...menentang matahari...dengan penuh semangatnya..,walau badan penuh luka yang berdarah..ia berhasil menempuh jalan sejauh 5km...singa itu menatap penuh garang...taringnya mula dikeluarkan...kukunya mula dikeluarkan...selama ini ia terlalu lalai..ia terlalu lembut..,sehingga orang menyangka ia adalah singa dalam zoo or singa sirkus...sekarang singa itu telah bangkit...dengan taring, kuku yang tajam..,dan kaki serta lengan yang kuat..dia adalah singa padang pasir...yang sudah terbiasa dengan teriknya matahari...dengan jauhnya perjalanan,dan dengan kehausan...dia bergerak sebagai singa allah..ASADULLAH...ALLAH telah mengubah tangannya menjadi sangat kuat...kuku dan taringnya bagai sebilah pedang yang sangat-sangat tajam...
tapi ia masih lagi tersenyum...

Mencari Cinta Ilahi

assalamu'alaikum warahmatullah wa barokah..
semoga allah memberikan rahmat dan berkah-NYA terhadap sahabat sahabat smua...smoga allah tetapkan kita sebagai orang yang berjuang dijalan-NYA..orang yang mencintai allah dan orang yang allah cintai..

sangat indah disaat kita dapat mencintai allah dgn hati kita...sungguh indah..sangat indah...disaat kita semakin mencintai allah..disaat kita berusaha untuk memeluk allah..disaat merasakan lembutnya belaian ALLAH...indah..

"jika allah telah mencintai seorang hamba..,maka allah memanggil malaikat-NYA dan menyampaikan bahwa allah telah mencintai hamba-NYA itu..maka malaikat pun memberitahukan kepada seluruh alam bahwa allah telah mencintai hamba allah itu..maka ketika itu lah, seluruh alam mencintai hamba itu.."
sangat indah jika hamba yang allah cintai itu adalah kita..ye x..??ikan disungai pun mendo'akan kita..ya allah..indahnya...

ya allah..berikanlah cinta-MU kepada kami walau pun hanya setengah zarah...

ya allah..walau pun dosa~dosa ku menggunung dan mencapai langit..namun kasih-MU tak berkurang terhadapku ya allah...ENGKAU masih sudi menatapku dan menarikku lenganku saat aku berada dijurang dosa dan lembah maksiat...
ya allah..terimakasih..allah..robby..hamba-MU in tunduk bersujud pd MU..terimalah hamba yang hina ini sebagai budak-MU selamanya...
ya allah..i love u so much..i love u so much...i miss u so much allah...sangat~sangat...

"dari sahabatku"

Wednesday, March 11, 2009

TABAH LAH HATI, KUATLAH JIWA

TABAH LAH HATI, KUATLAH JIWA
PENGUKUH JIWA PENENANG BATIN


1. Aku Harus Sedia Menghadapi Hidup Ini, Apapun Yang Terjadi.

• Hidup di dunia ini hanya satu kali, aku tak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna.

• Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar, perkara apapun yang terjadi kuserahkan kepada Allah Yang Maha Mengetahui yang terbaik bagiku.

• Aku harus selalu sedar sepenuhnya bahawa yang terbaik menurutku belum tentu yang terbaik menurut Allah SWT. Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh keinginan dan harapanku sendiri.

• Pengetahuan tentang diriku atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya, Dia tahu awal, akhir dan segala-galanya.

• Sekali lagi betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetap hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapanku. Kerana mungkin itulah yang terbaik bagiku.

2. Aku Harus Rela Dengan Kenyataan Yang Terjadi

• Bila sesuatu terjadi, yaa..... inilah kenyataan dan episod hidup yang harus kujalani.

• Aku harus menikmatinya, dan aku tidak boleh larut dalam kekecewaan berterus-terusan, kecewa, bermurung, sakit hati tidak akan merubah apapun selain menyengsarakan diriku sendiri, muram begini, tak muram juga tetap begini

• Hatiku harus realistik menerima kenyataan yang ada, namun tubuh serta fikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini.

• Bila nasi telah menjadi bubur, maka aku harus mencari ayam, cakueh, kacang peas, kicap, salad, bawang goreng dan sambal agar bubur ayam special tetap dapat kunikmati.

3. Aku Tak Boleh Mempersukarkan Diri

• Aku harus yakin bahawa hidup ini bagai siang dan malam pasti silih berganti. Tidak mungkin siang terus-menerus dan tidak mungkin juga malam terus-menerus, pasti setiap kesenangan ada hujungnya begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya, aku harus penuh sabar menghadapinya.

• Akupun harus yakin bahawa setiap musibah terjadi dengan izin Allah Yang Maha Adil, pasti sudah diukur dengan amat cermat olehNya tak mungkin melampaui batas kemampuanku, kerana Dia tidak pernah menzalimi hamba-hambaNya.

• Aku tak boleh menzalimi diriku sendiri, dengan fikiran buruk yang mempersukar dan menyengsarakan diri, fikiranku harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional, aku tidak boleh terjebak memperbesarkan masalah.

• Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan, tidak boleh lari dari kenyataan, kerana lari sama sekali tidak dapat menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya akan menambah masalah. Semua harus dengan tegar kuhadapi dengan baik, aku tidak boleh menyerah, aku tidak boleh kalah.

• Mesti segala sesuatu akan ada akhirnya, begitupun persoalan yang kuhadapi seberat apapun seperti yang dijanjikan Allah dalam Surah Asy-Syarh Ayat 5 – 8;
"Oleh itu, maka (tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan,
(Sekali lagi ditegaskan): Bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan.
Kemudian apabila engkau telah selesai (daripada sesuatu amal soleh), maka bersungguh-sungguhlah engkau berusaha (mengerjakan amal soleh yang lain),
Dan kepada Tuhanmu sahaja hendaklah engkau memohon (apa yang engkau gemar dan ingini)."
Janji yang tak pernah mungkin dimungkiri oleh Allah SWT.

4. Evaluasi Diri

• Segala yang terjadi mutlak adalah izin Allah SWT, dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia.

• Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung didalamnya, bila disikapi dengan sabar dan benar.

• Harus kurenungkan mengapa Allah mentakdirkan semua ini menimpaku, boleh jadi peringatan atas dosa-dosa kita, kelalaianku atau mungkin, saat kenaikan kedudukanku disisi Allah.

• Mungkin aku harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang kuperbaiki.

• Setiap kejadian bagai cermin peribadiku, aku tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi, yang penting kini aku mengetahui diriku yang sebenarnya dan aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya, Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.

5. Allahlah Satu-Satunya Penolongku

• Aku harus yakin kalaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku tidak mungkin terjadi apapun tanpa izinNya.

• Hatiku harus bulat total dan yakin seyakin-yakinnya, bahawa hanya Allahlah satunya-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan.

• Tidak ada yang mustahil bagiNya, kerana segala-galanya adalah milikNya, dan sepenuhnya dalam kekuasaanNya.

• Tidak ada yang dapat menghalangi jikalau Dia akan menolong hamba-hambaNya, Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolonganNya.

• Oleh kerana itu aku harus benar-benar berjuang, berikhtiar untuk mendekatiNya dengan mengamalkan apapun yang disukaiNya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selainNya, kerana selain Dia hanyalah sekadar makhluk yang tidak berdaya tanpa kekuatan dariNya.

• Ingatlah selalu janjiNya "Barangsiapa yang bertaqwa kepadaKu, nescaya Ku beri jalan keluar dari setiap urusannya dan Kuberi reieki / pertolongan dari tempat yang tidak terduga, dan barangsiapa yang bertawakal kepadaKu, Nescaya akan Kucukupi segala keperluannya". ( At-Talaaq : 2 - 3 )
Semuga 5 kunci diatas dapat menenangkan hati yang sedang galau, cemas, was-was, khuatir yang berlebihan dan pengobat stress. Ingat hanya dengan zikrullah / mengingati Allah hati akan menjadi tenang.

Surat Cinta Untuk Jiwa

SURAT CINTA UNTUK JIWA


Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta sahabat-sahabat tercintaku yang insyaAllah
tetap mencintai Allah dan RasulNya di atas segalanya, kerana hanya cinta itu yang dapat
mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut
pandangan yang berbeza, lebih bermakna dan indah.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang kerap kali
terisi oleh cinta selain dariNya, yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang
terkadang melakukan segalanya bukan keranaNya, lalu di ruang hatinya yang kelam
merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah di mana keikhlasannya. Maka saat
merasakan kekecewaan dan kelelahan kerana perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya
berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil. Dia akan melihat
kesungguhan dalam berproses.

Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku yang mulai
lelah menapaki jalanNya ketika seringkali mengeluh, merasa dibebani bahkan terpaksa
untuk menjalankan tugas yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta
kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah akan mengampuni dosa-
dosanya.

Surat ini kutujukan untuk ruh-ku dan ruh sahabat-sahabat tercintaku yang mulai terkikis
oleh dunia yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati,
lalu di manakah kejujuran diletakkan? Dan kini terabailah sudah nurani yang bersih, saat
ibadah hanyalah sebagai rutin belaka, saat jasmani dan fikiran disibukkan oleh dunia,
saat wajah menampakkan kebahagiaan yang penuh kepalsuan. Cuba lihat disana! Hatimu
menangis dan meranakah?

Surat ini kutujukan untuk diriku dan diri sahabat-sahabat tercintaku yang sombong, yang
terkadang bangga pada dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun yang membuat kita lebih di
hadapanNya selain ketakwaan. Padahal kita menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan
merasakan mati, namun kita masih bergulat terus dengan kefanaan.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang mulai mati, saat
tiada getar ketika asma Allah disebut, saat tiada sesal ketika kebaikan berlalu begitu
sahaja, saat tiada rasa takut padaNya ketika maksiat dilakukan, dan tiada merasa berdosa
ketika menzalimi diri sendiri dan orang lain.

Akhirnya surat ini kutujukan untuk jiwa yag masih memiliki cahaya meskipun sedikit,
jangan biarkan cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat
menerangi wajah-wajah di sekeliling, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya
hanya dengan kekuatan dariNya

" Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agamaMU, pada taat
kepadaMu dan dakwah di jalanMu "

Wallahu?alam bisshawab

Nota : Semuga dapat membangkitkan iman yang sedang mati atau 'jalan di tempat',
berdiam diri tanpa ada sesuatu amalanpun yang dapat dikerjakan. Kembalikan semangat itu
sahabat-sahabat tercintaku..... Ada Allah dan orang-orang beriman yang selalu menemani di
kala hati "lelah".


Sujud aku di kakiMu
Bersimpuh dalam lautan doa
Laa ilaaha illallaah
Memuja namaMu
Pada zikir-zikir tanpa batas

FROM: ZAFARUL HAQ

ada yang pelik/aneh

bismillah

Ada yang aneh

Dunia ini terlalu indah untuk ditinggalkan. Namun juga terlalu hina untuk diperebutkan. Terlalu rendah nilainya untuk ditangisi. Dunia tidak lain hanyalah tempat singgah sejenak untuk mengumpulkan bekal perjalanan yang masih panjang. Saya yakin, setiap orang tahu bahwa dirinya akan mati. Akan meninggalkan dunia ini. Dan akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah ia lakukan selama didunia ini.
Anehnya…berapa banyak manusia yang ingin bersenang~senang didunia ini. Hingga lupa bahwa bahtera yang akan membawanya pergi dari dunia ini sudah hampir berangkat. Berapa banyak dari kita yang sibuk mengumpulkan batu api dan kayu bakar untuk membakar dirinya.
Kita muslim..,kita mengaku islam. Tapi kita terlalu jauh dari yang islami. Bahkan banyak hal yang diharamkan kita halalkan. Banyak hal yang dilarang kita lakukan. Kita tidak dapat menbedakan mana yang benar dan mana yang salah. Tidak dapat membedakan mana yang dibolehkn, yang diperintahkan, yang dilarang, dan yang anjurkan. Kita menganggap apa yang menurut kita boleh, itulah hal yang dibolehkan. Kita menyekutukan allah dengan yang lain. Kita jadikan hawa nafsu kita sebagai Tuhan yang kita sembah dengan mematuhi segala apa yang diinginkan oleh nafsu kita.

Friday, March 6, 2009

seratus hadis doif

Bismillahirrohmaanirrohiim
smoga ini bermanfaat untuk setiap pembaca.

1. Barangsiapa yang dengan solatnya tidak dapat mencegah fahsya’ dan munkar, tidak akan bertambah daripada Allah melainkan semakin jauh dariNya.
Komentar Albani: Bathil & tidak sah dari sudut sanad dan matan. rujuk Mizan al-I’tidal 3/293. Silsilah al-Dhaifah 2/985. Takhrij al-Ihya’ 1/143

2. Bercakap di dalam masjid dapat menghapuskan kebaikan-kebaikan sebagaimana binatang ternak memakan rumput.
Komentar Albani: Tiada asalnya. rujuk Tabaqat Syafi’iyah 4/145. Takhrij al-Ihya’ 1/136

3. Berkerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya. Dan beramallah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati keesokan harinya.
Komentar Albani: Tidak sah dari Nabi s.a.w. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 8

4. Aku adalah datuk kepada setiap orang yang bertaqwa.
Komentar Albani: Tiada asalnya. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 9

5. Sesungguhnya aku dibangkitkan sebagai guru.
Komentar Albani: Dhaif. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 11. Takhrij al-Ihya’ 1/143

6. Allah telah mewahyukan kepada dunia: Berkhidmatlah kepada sesiapa yang berkhidmat kepadaKu dan sengsaralah kepada sesiapa yang berkhidmat kepadamu.
Komentar Albani: Maudhu’. rujuk al-Fawaid al-Majmu’at no. 712. Silsilah al-Dhaifah - no. 12

7. Berhati2lah kamu terhadap Khadra’ ad-Dimn/kehijauan kotoran binatang ternak.Baginda ditanya, “apakah khadra’ ad-dimn itu? Sabdanya: Perempuan cantik yang tumbuh disuasana buruk (rupawan tetapi hatinya jahat).
Komentar Albani: Terlalu dhaif. rujuk Takhrij al-Ihya’ 42/2. Silsilah al-Dhaifah - no. 14

8. Dua golongan dari kalangan umatku, apabila baik mereka maka baiklah manusia. Iaitu umara’ dan fuqaha’. Di dalam satu lafaz lain, umara’ dan ulama’.
Komentar Albani: Maudhu’. rujuk Takhrij al-Ihya’ 1/6. Silsilah al-Dhaifah - no. 16

9. Bertawassullah dengan kemegahan dan kemuliaanku kerana sesungguhnya jah-ku di sisi Allah adalah agung.
Komentar al-Albani: Tiada asalnya. rujuk Iqtidha ‘ al-Sirat al-Mustaqim 2/415. Silsilah al-Dhaifah - no. 22

10. Barangsiapa yang keluar rumah pergi solat dan mengucapkan: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan hak orang yang memohon kepadaMu dan aku memohon dengan hak perjalanan ini………… Allah akan mengadap wajahnya dan seribu malaikan akan memohon keampunan untuknya.
Komentar al-Albani: Dhaif. al-Busairi mengatakan: Sanadnya musalsal tetapi lemah. Silsilah al-Dhaifah - no. 24

11. Kebaikan ada padaku dan pada umatku hingga hari kiamat.
Komentar Ibn Hajar: Aku tidak mengenalinya. lihat al-Maqasid al-Hasanah ms.208. Tazkirat al-Maudhuat-no 68.al-Asrar al-Marfu`ah fi al-Khabar al-Maudhuah ms. 195

12. Sesiapa yang tidur selepas Asar lalu hilang akalnya, maka janganlah dia mencela melainkan dirinya sendiri.
Komentar Albani: Dhaif. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no.39.Dhaif al Jami’ al Shaghir – hadis no. 5861. Majma’ al Zawaaid - no.8254. al-Maudhuat 3/69.La’ali al-Masnu’ah 2/279. Tartib al-Maudhu’at no. 839

13. Barangsiapa yang berhadas dan tidak berwudhu’ maka sesungguhnya dia telah memalingkan diri dariku.
Komentar Albani: Maudhu’. rujuk al-Shaghani di dalam al-Maudhuat - no. 53. Silsilah al-Dhaifah - no. 44

14. Barangsiapa yang berhaji ke Baitillah dan tidak menziarahiku, maka sesungguhnya dia telah memalingkan diri dariku.
Komentar al-Zahabi, al-Shaghani & al-Syaukani: Maudhu’. rujuk Tartib al-Maudhu’at - no.600, al-Maudhuat - no.52. al-Fawaid al-Majmuah - no. 326

15. Barangsiapa yang berhaji lalu menziarahiku selepas kewafatanku, dia seolah2 menziarahiku semasa aku hidup.
Komentar Ibn Taimiyyah: Dhaif. rujuk al-Qaidah al-Jalilah 4/5250Komentar Albani: Maudhu’. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 47

16. Ikhtilaf (perbezaan pendapat) di kalangan umatku adalah rahmat.
Komentar Albani: Tiada asalnya. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 11. al-Asrar al-Marfu`ah - no.506

17. Para sahabatku adalah seperti bintang-bintang di langit. Mana2 yang kamu ikuti pasti akan mendapat petunjuk.
Komentar Albani: Maudhu’. Silsilah al-Dhaifah - no. 66

18. Barangsiapa yang mengenali dirinya maka sesungguhnya dia telah mengenali tuhannya.
Dinilai Maudhu’ di dalam al-Asrar al-Marfu’ah - no.506 & Tazkirah al-Maudhu’at - no. 11.

19. Tuhanku telah mendidikku dan membaikkan adabku.
Komentar Ibn Taimiyah: Tiada isnad yang thabit. rujuk Ahaddis al-Qashas - no.78. al-Fawaid al-Majmu’ah - no.1020.Tazkirah al-Maudhu’at - no. 87

20. Semua manusia ibarat mayat kecuali orang-orang alim. Dan orang-orang alim semuanya binasa kecuali orang-orang yang beramal. Dan orang-orang beramal semuanya tenggelam kecuali orang-orang yang ikhlas. Dan orang-orang yang ikhlas semuanya dalam bahaya yang besar.
Komentar Al-Saghani: Maudhu’. rujuk al-Maudhuat al-Saghani - no.200.al-Fawaid al-Majmu’ah - no.771. Tazkirah al-Maudhu’at - no. 200

21. Bekas mulut orang beriman adalah ubat.
Status: Tiada asalnya. rujuk al-Asrar al-Marfu`ah - no.217. Silsilah al-Dhaifah - no. 66.

22. Apabila kamu melihat bendera-bendera hitam yang keluar dari arah Khurasan, maka kamu datangilah walaupun dalam keadaan merangkak. Kerana sesungguhnya di situ ada khalifah Allah, al-Mahdi.
Status: Dhaif. rujuk al-Maudhuat Ibn al-Jauzi 39/2. Tazkirah al-Maudhu’at - no. 233

23. Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah.
Status: Tiada asalnya. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 95

24. Adapun aku tidak lalai, tetapi dilalaikan agar aku membimbing.
Status: Tiada asalnya. Silsilah al-Dhaifah - no. 101

25. Manusia itu tidur, apabila mereka mati barulah mereka terjaga.
Status: Tiada asalnya. al-Asrar al-Marfu`ah - no.555. al-Fawaid al-Majmu’ah - no.766. Tazkirah al-Maudhu’at - no. 200

26. Barangsiapa yang berkata suatu perkataan, kemudian dia bersin, maka perkataannya itu adalah benar.
Status: Maudhu’. rujuk al-La’ali al-Masnu`ah 2/286. al-Fawaid al-Majmu’ah - no.669

27. Berkahwinlah dan jangan bercerai, maka sesungguhnya talak itu menggoncangkan Arasy.
Status: Maudhu’. Tartib al-Maudhuat - no.694. al-Maudhuat al-Saghani - no.97

28. Sembahyang perlu diulang apabila ada darah sekadar satu dirham.
Status: Maudhu’. al-Asrar al-Marfu`ah - no.138. al-Maudhuat Ibn al-Jauzi 76/2

29. Orang yang pemurah itu hampir dengan Allah, hampir dengan syurga dan jauh dari neraka. Orang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari syurga, jauh dari manusia dan hampir dengan neraka. Orang jahil yang pemurah itu lebih dicintai Allah daripada seorang ahli ibadah yang bakhil.
Status: terlalu dha’if. rujuk Tartib al-Maudhuat - no. 564. al-La’ali al-Masnu`ah 2/91.

30. Aku berbangsa Arab, al-Quran berbahasa Arab dan lisan para ahli syurga adalah bahasa Arab.
Rujuk Tazkirat al-Maudhu’at - no.112. Maqasad al-Hasanah - no.31.

31. Setiap sesuatu itu ada hatinya. Sesungguhnya hati al-Quran adalah Yasiin. Barangsiapa yang membacanya, maka seolah-olah dia membaca al-Quran sebanyak 10 kali.
Status: Maudhu’. rujuk al-Ilal Ibn Abi Hatim 2/55. Silsilah al-Dhaifah - no. 169

32. Berfikir sesaat lebih baik daripada beribadah selama 60 tahun.
Status: Dha’if. rujuk al-Fawaid al-Majmu’ah - no. 723. Tartib al-Maudhu’at - no.964

33. Tiada sembahyang (tidak sah) bagi orang yang berjiran dengan masjid melainkan di masjid.
Status: Dhaif. rujuk Dhaif al-Daruqutni - no. 362. al-La’ali al-Masnu`ah 16/2.

34. Hajar al-Aswad adalah tangan kanan Allah di mukabumi ini yang berjabat dengan hamba-hambaNya.
Status: Maudhu’. rujuk Tarikh Baghdad 6/328. Silsilah al-Dhaifah - no. 223

35. Berpuasalah, nescaya kamu akan sihat.
Status: Dhaif. rujuk Takhrij al-Ihya’ 3/87. Tazkirah al-Maudhuat - no.70. al-Maudhuat al-Saghani - no.72

36. Jibril a.s. telah berpesan agar aku berbaik dengan jiran hingga 40 buah rumah.Sepuluh dari sini ke sana. Sepuluh dari sini ke sana. Sepuluh dari sini ke sana. Sepuluh dari sini ke sana.
Status: Dhaif. rujuk Takhrij al-Ihya’ 2/232. al-Maqasid al-Hasanah - no. 170

37. Kalau tidak kerana engkau (Muhamad), nescaya tidak aku jadikan dunia.
Status: Maudhu’. al-Lu’lu’ al-Marsu’ - no.454. Tartib Maudhuat - no.196. Silsilah al-Dhaifah - no. 282

38. Barangsiapa yang membaca surah al-Waqi’ah setiap malam, nescaya tidak akan ditimpa kefakiran selama-lamanya.
Status: Dhaif. ujuk al-Fawaid al-Majmu’ah - no. 972

39. Barangsiapa yang penumpuannya bukan kepada Allah, maka tiada lagi peliharaan dari Allah. Dan barangsiapa yang tidak memerhatikan urusan umat Islam, maka dia bukan dari kalangan mereka.
Status: Dhaif. al-Fawaid al-Majmu’ah - no. 233. Tazkirah al-Maudhuat - no.69.

40. Sebagaimana keadaan kamu sekelian, maka seperti keadan itulah yang diberikan kepada orang yang memimpian kalian.
Status: Dhaif. rujuk al-Fawaid al-Majmu’ah - no. 624. Tazkirah al-Maudhuat - no.182.

41. Sebagaimana keadaan kamu sekelian, maka seperti keadan itulah yang diberikan kepada orang yang memimpian kalian.
Status: Dhaif. rujuk al-Fawaid al-Majmu’ah - no. 624. Tazkirah al-Maudhuat - no.182.(nota: Dalam teks asal hadis ini disalin sebanyak dua kali dengan rujukan yang sama. Mengapakah Syaikh Ihsan melakukan begitu? Allah lebih tahu.)

42. Barangsiapa yang dikurniakan anak, lalu diazankan ditelinga kanannya, dan diiqamah di telinga kirinya, maka anak ini tidak akan diganggu oleh syaitan/jin.
Status: Maudhu’. rujuk al-Mizan al-I’tidal 4/397. Majmu’ al-Zawaid dan Takhrij al-Ihya’ 2/61

43. Barangsiapa yang berpegang dengan sunnah-ku ketika umatku dalam kerosakan, maka baginya seratus pahala mati syahid.
Status: Terlalu dhaif. Silsilah al-Dhaifah - no. 326

44. Orang yang berpegang dengan sunnah-ku ketika umatku dalam kerosakan, maka dia mendapat pahala mati syahid.
Status: Dhaif. Silsilah al-Dhaifah - no. 327(nota: Hadis 43 dan 44 mempunyai maksud hampir sama tetapi lafaz matan berbeza.)

45. Aku adalah anak dua calun yang disembelih (Abdullah bin Abdul Muttalib dan Ismail bin Ibrahim a.s.)
Status: Tiada asalnya. rujuk Risalah Lathifah - no.23. al-Lu’lu’ al-Marsu` - no.81. al-Nukhbah al-Bahiyah - no.43.

46. Melihat al-Quran itu ibadah, anak melihat ibubapanya adalah ibadah dan melihat kepada Ali bin Abi Thalib adalah ibadah.
Status: Maudhu’. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 356

47. Barangsiapa yang bersembahyang dimasjid-ku selama 40 fardu tanpa tertinggal satu sembahyangpun, nescaya ditulis baginya kelepasan dari neraka dan azab serta bebas dari sifat munafiq.
Status: Dhaif. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 364

48. Sanak saudara itu lebih utama dilayan dengan baik.
Status: Tiada asalnya. rujuk al-Asrar al-Marfu’ah - no.51. al-Lu’lu’ al-Marsu` - no.55. al-Maqasid al-Hasanah - no. 141

49. Orang terakhir yang akan masuk syurga ialah seorang lelaki dari Juhainah. Dia bernama Juhainah. Ahli syurga bertanya: Apakah masih ada orang yang sedang diazab? Dia menjawab: Tiada. Ahli syurga berkata: Berita yang diyakini kebenarannya ialah yang dibawa oleh Juhainah.
Status: Maudhu’. rujuk al-Fawaid al-Majmu’ah - no. 1429

50. Sebaik-baik nama ialah yang menghambakan diri dan memujiNya.
Status: Maudhu’. rujuk al-Asrar al-Marfu’ah - no.192. al-Lu’lu’ al-Marsu` - no.189. al-Nukhbah - no.117

51. Tuntutlah ilmu sekalipun ke negeri China.
Status: Maudhu’. rujuk al-Maudhu’at Ibn Jauzi 1/215. Tartib al-Maudhu’at adz-Zahabi - no.111. al-Fawaid al-Majmu’ah - no. 852.

52. Berbincanglah dengan mereka (perempuan), dan sanggahlah mereka.
Status: Tiada Asalnya. rujuk al-Lu’lu’ al-Marsu` - no.264. Tazkirat al-Maudhuat - no.128. al-Asrar al-Marfu’ah - no.240.

53. Pada hari kiamat, manusia akan dipanggil dengan nama ibu mereka sebagai tabir dariAllah ke atas mereka (menutup rahsia anak zina).
Status: Maudhu’. rujuk La’ali al-Masnu’ah 2/449. al-maudhuat Ibn Jauzi 3/248. Tartib al-Maudhu’at adz-Zahabi - no.1123.

54. Sultan adalah bayangan Allah di mukabumiNya. Barangsiapa yang setia kepadanyaakan diberi petunjuk. Dan, barangsiapa yang mengkhianatinya nescaya akan sesat.
Status: Maudhu’. Tazkirat al-Maudhuat - no.182. al-Fawaid al-Majmu’ah - no. 623. Silsilah al-Dhaifah - no. 475.

55. Barangsiapa yang takut azab Allah, maka Allah akan menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Dan, barangsiapa yang tidak takut kepada Allah, maka Allah akan menjadikan takut terhadap segala sesuatu.
Status: Dhaif. rujuk Takhrij al-Ihya’ 2/145. Tazkirat al-Maudhuat - no.20. Silsilah al-Dhaifah - no. 485.

56. Allah Taala berfirman: Barangsiapa yang tidak redha dengan qadha’-Ku dan tidak bersabar atas bala’ Ku, maka hendaklah dia mencari Tuhan selainKu.
Status: Dhaif. Tazkirat al-Maudhuat - no.189. al-Fawaid al-Majmu’ah - no. 746.

57. Tidak dinamakan mengumpat apabila membicarakan perihal orang yg fasiq.
Status: Maudhu’. al-Asrar al-Marfu’ah - no.390. Al-Manar Al-Munif fi As-Sahih wa Ad-Da`if Ibn Qayyim - no. 301.

58. Apabila mati salah seorang drp kamu dan setelah selesai kamu mengebumikannya, maka hendaklah salah-seorang yang hadir itu berdiri di sisi kepalanya seraya berkata: Wahai Si Fulan ! Wahai Si Fulanah. Kerana dia (si mati) itu akan mendengarnya. Hendaklah yang bangun itu berkata lagi: Wahai Si Fulan Anak kepada Si Fulanah. Maka si mati itu akan bangun di dalam keadaan duduk. Sebutkanlah apa yang telah menyebabkan dia keluar daripada dunia iaitu syahadah LA ILAHA ILLAH WAHDAHU LA SYARIKALAH …sehingga akhir.
Status: Dhaif. Takhrij al-Ihya’ 4/420. Zad al-Ma’ad Ibn Qayyim 1/206. Silsilah al-Dhaifah - no. 599.

59. Tidaklah sia-sia orang yang melakukan solat istikharah , tidaklah menyesal bagi orang yang meminta pandangan orang lain dan tidaklah berlaku aniaya orang yang bersederhana.
Status: Maudhu’. Silsilah al-Dhaifah - no. 611.

60. Baginda Rasulullah s.a.w apabila digunting rambutnya, ataupun mengerat kukunya ataupun jika Baginda s.a.w dibekam, maka Baginda s.a.w akan membawa lebihan tersebut – dari rambut, kuku dan darah yang dibekam – ke tanah perkuburan Baqie’ untuk ditanam.
Status: Maudhu’. rujuk al-’Ilal 2/337. Silsilah al-Dhaifah - no. 713.

61. Seorang mukmin yang cerdik itu sentiasa berhati-hati.
Status: Maudhu’. Kasyful Al-Khafa` wa Muziilu al-Ilbas (karya Imam Al-‘Ajluni) 2/2684. Silsilah al-Dhaifah - no. 760.

62. Wahai manusia sesungguhnya kamu berada di dalam bulan yang agung, bulan di mana di dalamnya lebih baik dari seribu bulan, menjadikan puasa di dalamnya sebagai fardu dan qiyamul lail sebagai ibadah.
Status: Dhaif. rujuk al-Ilal 1/249. Silsilah al-Dhaifah - no. 871.

63. “Wahai Jibril, ceritakan kepadaku tentang sifat neraka dan sifat jahannam?” Maka Jibril menjawab: “Sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Taala telah memerintahkan jahannam supaya menyalakan apinya selama seribu tahun sehingga menjadi putih. Kemudian memerintahkannya lagi supaya menyalakan apinya selama seribu tahun sehingga menjadi merah. Kemudian diperintahkannya lagi supaya menyalakannya selama seribu tahun sehingga menjadi hitam yang gelap..”
Status: Maudhu’. rujuk al-Haitsami 10/387. Silsilah al-Dhaifah - no. 910.

64. Janganlah kamu banyak bercakap selain dari zikir kepada Allah. Maka sesungguhnya banyak bercakap selain dari zikir kepada Allah itu mengeraskan hati dan sesungguhnya sejauh-jauh manusia kepada Allah ialah yang keras hatinya.
Status: Dhaif. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 920.

65. Apabila sampai salah seorang dari kamu ingin masuk ke saf dan saf itu telah penuh, maka hendaklah ia menarik seorang untuk bersama dengannya di tepinya.
Status: Dhaif. rujuk al-Talkhis al-Habir Ibn Hajar 2/37. Silsilah al-Dhaifah - no. 921.

66. Wali abdal untuk umat ini ada 30 orang seperti Ibrahim Khalilur Rahman. Ketika seorang mati, maka Allah akan menggantikan tempatnya dengan seorang lelaki lain.
Status: Maudhu’. rujuk al-Asrar al-Marfu’ah - no.470. Al-Manar Al-Munif fi As-Sahih wa Ad-Da`if - no.308.

67. Tidak lebih Abu Bakar dari kamu dengan banyaknya berpuasa dan solat. Tetapi dengan sesuatu yang hebat di dalam hatinya.
Status: Tiada Asalnya. rujuk al-Asrar al-Marfu’ah - no.452. Al-Manar Al-Munif fi As-Sahih wa Ad-Da`if - no.246.

68. Tahiyat Ka’bah adalah tawaf.
Status: Tiada Asalnya. rujuk al-Asrar al-Marfu’ah - no.130. al-Lu’lu’ al-Marsu’ - no. 143.

69. Sesungguhnya seorang hamba apabila mendirikan solat maka sesungguhnya dia berada di dalam pemerhatian Allah. Apabila dia selesai sembahyang dan berpaling, Tuhan berfirman kepadanya: Wahai anak Adam, kepada siapa engkau mahu berpaling? Kepada yang mereka yang lebih baik untuk engkau daripadaKu? Anak Adam, hadapkanlah solat engkau kepadaKu, maka Aku bagi engkau adalah sebaikbaik yang patut dipalingkan kepadanya.
Status: Dhaif Jiddan (Sangat Lemah). rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 1024.

70. Telah terlintas di dalam hati Musa: “Adakah Allah itu tertidur?” Maka Allah mengutus malaikat kepadanya dan tidak menidurkannya selama tiga hari serta memberikannya dua buah botol. Botol itu dipegang pada kedua-dua tangannya. Dia diperintahkan supaya menjaga botol berkenaan. Kemudian dia tertidur. Kedua-dua tangannya hampir berlaga. Diapun terjaga serta menjauhkan semula jarak kedua tangan yang memegang botol. Lalu dia kembali mengantuk dan tertidur sehingga berlagalah kedua-dua tangannya. Dan terpecahlah dua botol itu. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah telah memberi perumpaan kepada Musa, kalaulah Allah itu tertidur sudah pasti langit dan bumi tidak terkendali.
Status: Dhaif. rujuk al-Ilal al-Mutanahiyah Ibn Jauzi. Dinilai Munkar di dalamn Silsilah al-Dhaifah - no. 1034.

71. Pandangan/melihat itu merupakan satu panahan dari panahan-panahan Iblis. Barangsiapa yang meninggalkannya kerana takutkan Allah, nescaya Allah akan memberikannya keimanan yang dirasakannya amat manis di dalam hatinya.
Status: Dhaif Jiddan (Sangat Lemah). rujuk al-Targhib wa al-Tarhib al-Munziri 4/106. Majmu’ al-Zawaid 8/63. Talkhis al-Mustadrak adz-Dzahabi 4/314.

72. Wudhu’ hendaklah diulangi apabila darah mengalir keluar dari hidung.
Status: Maudhu’. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 1071.

73. Iman bukanlah dengan angan-angan dan juga bukan dengan hias-hiasan tetapi apa yang tetap di dalam hati serta membenarkannya dengan perbuatan.
Status: Maudhu’. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 1098.

74. Daabbah (binatang melata) akan keluar dengan tongkat Musa a.s. dan cincin Sulaiman a.s. Ia berkata ini: “Wahai mukmin.” Dan berkata ini: “Wahai kafir.”
Status: Munkar. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 1108.

75. Nabi s.a.w. keluar bersama Abu Bakar ke gua. Mereka berdua masuk. Kemudian datang labah-labah membuat sarang di pintu gua.
Status: Dhaif. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 1129.

76. Nabi s.a.w. telah terbau kentut seseorang lalu bersabda: “Bangunlah siapa yang kentut, dan berwudhu’lah.” Lelaki (yang kentut) itu malu untuk berdiri. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bangunlah siapa yang kentut dan berwudu’lah. Sesungguhnya Allah tidak malu daripada kebenaran.” Lalu Ibnu Abbas berkata: “Wahai Rasulullah s.a.w., apakah tidak boleh kami semua bangun dan berwudhu’ semuanya?” Baginda s.a.w. menjawab: “Bangunlah kamu sekelian dan berwudhu’lah.”
Status: Bathil. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 1132.

77. Apabila umatku melakukan limabelas perkara ini, bala’ bencana akan menimpanya: Apabila ghanimah/rampasan perang berputar-putar di sekitar orang kaya dan berkedudukan, apabila amanah menjadi harta rampasan dan apababila zakat sebagai satu denda (dikeluarkan secara paksaan).
Status: Dhaif. rujuk al-Ilal al-Mutanahiyah 2/1421.

78. Mencintai dunia adalah kepala/pokok segala dosa kesalahan.
Status: Maudhu’. al-Asrar al-Marfu’ah 1/163. Tazkirat al-Maudhu’at - no.173.

79. Mencari yang halal itu adalah jihad. Dan sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang mempunyai pekerjaan.
Status: Dhaif. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 1301.

80. Setiap sesuatu itu mempunyai mempelai/pengantin. Mempelai al-Quran adalah surah al-Rahman.
Status: Munkar. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 1350.

81. Penghulu kepada suatu kaum itu adalah khadam kepada mereka.
Status: Dhaif. al-Maqasid al-Hasanah - no. 579. Silsilah al-Dhaifah - no. 1502.

82. Hendaklah kamu berubat dengan dua penyembuh: Madu dan al-Quran.
Status: Dhaif. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 1514.

83. Umaiyah bin Abi Shalt, syairnya beriman tetapi hatinya kafir.
Status: Dhaif. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 1546.

84. Kebaikan itu tidak akan punah (tidak putus pahalanya). Dosa itu tidak akan dilupakan. Tuhan itu tidak akan tidur. Jadilah sebagaimana yang kamu mahukan sebagaimana yang kamu lakukan maka itulah yang kamu perolehi.
Status: Dhaif. rujuk al-Lu’lu’ al-Marsu’ - no. 414.

85. Kesakitan menghadapi malaikat maut itu lebih dahsyat dari seribu pukulan pedang.
Status: Dhaif Jiddan (Sangat Lemah). rujuk Tartib al-Maudhuat - no. 1071. al-Maudhuat Ibn Jauzi 3/220.

86. Bersegeralah beramal sebelum berlaku tujuh perkara: Adakah kamu menunggu sehingga jatuh sakit yang membinasakan, tua nyanyuk, atau kekayaan yang menjahanamkan, atau kefaqiran yang melarat, atau kematian mengejut, atau datang dajjal iaitu sejahat-jahat perkara ghaib yang ditunggu, atau datangnya kiamat, iaitu perkara yang paling dahsyat sekali.
Status: Dhaif. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 1666.

87. Memberi fatwa dapat menyebabkan diri terjerumus ke dalam neraka.
Status: Dhaif. rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 1814.

88. Takutilah firasat orang-orang beriman. Maka sesungguhnya dia memandang dengan nur Allah.
Status: Dhaif. rujuk al-Maudhuat al-Saghani - no. 74.

89. Dunia adalah rumah bagi yang tiada rumah, harta bagi yang tiada berharta. Yang menghimpun dunia ini ialah orang-orang yang tidak berakal.
Status: Dhaif Jiddan (Sangat Lemah). rujuk Tazkirat al-Maudhuat - no. 174.

90. Jangan akhiri makan kamu dengan meminum air.
Status: Tiada Asalnya: rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 2096.

91. Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana berkaratnya besi. Dan penghilangnya adalah istighfar.
Status: Maudhu’. rujuk rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 2242.

92. Kami kembali dari jihad yang kecil kepada jihad yang lebih besar.
Status: Tiada Asalnya. rujuk al-Asrar al-Marfu’ah - no. 221. Tazkirat al-Maudhuat - no. 191.

93. Barangsiapa yang berbuka satu hari dibulan Ramadhan bukan sebab rukhsah dibenarkan oleh Allah, maka ia tidak dapat di-qadha’kan sekalipun dia berpuasa seumur hidup.
Status: Dhaif. rujuk al-Targhib wa al-Tarhib 2/74.

94. Sesungguhnya Abdul Rahman bin Auf masuk syurga dalam keadaan merangkak.
Status: Maudhu’. rujuk Al-Manar Al-Munif fi As-Sahih wa Ad-Da`if - no. 306. al-Fawaid al-Majmu’ah - no. 1184.

95. Perkara halal yang paling dimurkai Allah ialah talaq.
Status: Dhaif. rujuk al-Ilal al-Mutanahiyah 2/1056.

96. Apabila Nabi s.a.w. sampai di Madinah, maka wanita, kanak-kanak dan hamba mengucapkan: “Thala’al badru ‘alaina…wajaba al-syukru ‘alaina…ayyuhal mab’utsufina…min tsaniyyaati al-wada’…mada’a Lillahi da’…ji’ta bilamril mutho’ “
Status: Dhaif. Tazkirat al-Maudhuat - no. 196.

97. Jauhilah hasad. Maka sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu.
Status: Dhaif. Mukhtasar Sunan Abi Daud al-Munziri 7/226.

98. Allah S. W. T telah berfirman: Aku adalah Allah, Tiada Tuhan selain Aku. Akulah Raja Segala Raja. Aku memegang hati-hati raja di dalam tangan-Ku. Sesungguhnya apabila hambaKu mentaati-Ku, Aku akan menukar hati raja-raja menjadi kasihan belas serta sayang ke atas mereka. Bila orang ramai (rakyat) mengingkari-Ku, Aku akan mengarahkan hati raja-raja ke arah kemarahan dan dendam ke atas mereka. Dengan demikian raja-raja akan meletakkan mereka dalam kesusahan dan penderitaan. Maka daripada kamu mengutuk mereka mereka (pemimpin yang zalim), adalah lebih baik kembali mengingati-Ku dan merayu kepada-Ku supaya Aku dapat melindungimu daripada kekejaman mereka.
Status: Dhaif Jiddan (Sangat Lemah). rujuk Silsilah al-Dhaifah - no. 602.

99. Azan dan iqamah di telinga bayi yang baru lahir.
Status: Dhaif Jiddan (Sangat Lemah). rujuk Bayan al-Wahm al-Qathan 4/594. al-Majruhin Ibn Hibban 2/128. Silsilah al-Dhaifah 1/494.

100. Hikmah adalah sesuatu yang hilang dari setiap orang yang bijaksana. Maka apabila dia menemuinya, dia lebih berhak memilikinya.
Status: Dhaif. rujuk al-Ilal al-Mutanahiyah Ibn Jauzi 1/96.

http://www.yussamir.com/2007/01/100-hadis-doif-yang-patut-dielakkan.html

"cukup" itu berapa?

bismillahirrohmanirrohiim

tertarik dengan sebuah artikel yang dikirim oleh seorang sahabat yang bertajuk "cukup itu berapa?"

Cukup Itu Berapa?
lkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan di sana . Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata "cukup".





Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata "cukup"?

Hampir semua pegawai merasa gajinya belum sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha merasa pendapatan perusahaannya masih di bawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orangtuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata "cukup"?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.

Tak perlu takut berkata "cukup". Mengucapkan kata "cukup" bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. "Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata "cukup" membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata "cukup". Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata "cukup".




Aku tak suka bibirku.... kurang seksi.
Aku ingin seperti Angelina Jolie.
Di saat yang sama seseorang berharap,
Tuhan, berikanlah aku bibir yang normal


Aku ingin mataku berwarna biru.
Aku akan menjadi lebih cantik.
Di saat yang sama seseorang berharap,
Tuhan, kenapa kau tidak berikan aku sepasang mata untuk melihat.


Aku oleskan pewarna dan kurawat jari-jariku agar selalu tampil cantik.
Di saat yang sama seseorang bersyukur,
Tuhan, kau hanya berikan aku 4 jari, namun aku mensyukurinya.



Aku akan ke salon, creambath dan hairspa agar rambutku tampil cantik.
Di saat yang sama seseorang menangis,
Tuhan, kenapa aku diberikan kepala dengan ukuran yang berbeda.
Kalau seperti ini, rambut seperti apapun akan terlihat aneh.



Aku mau memutihkan tangan dan kakiku,
agar tampil lebih cantik seperti artis.
Di saat yang sama seseorang bersyukur,
Tuhan, kau tak memberikan aku tangan dan kaki,
namun aku bahagia aku masih bisa berkarya.


Sesungguhnya tubuh kita adalah hal yang berharga.
Tak peduli apapun warnanya, apapun ukurannya, apapun bentuknya.
Syukurilah itu sahabat.
Karena di luar sana masih banyak yang mengharapkan mendapat fisik yang lengkap.
Kaulah ciptaan Tuhan yang terbaik.
Kau yang tampan.
Kau yang cantik.
Syukurilah itu, walaupun itu hanya sementara.
Sahabat dengarlah, jutaan orang di luar sana berharap bisa melihat,
berharap bisa mendengar, dan berharap bisa berbicara... seperti kita.
Sadarlah sahabat, bahwa sesungguhnya kau tidak kekurangan.

kalau mencari kepuasan..,sampai bila pun kita tak akan pernah puas.
berusahalah untuk redho dengan apa yang ALLAH berikan kepada kita.
bersyukur...bersyukur..hanya dengan cara inilah kita mampu berkata "cukup"
Semoga bermanfaat.