Saturday, April 18, 2009

kabar gembira...untukmu si Pendosa




Dengan nama allah yang maha pengampun lagi maha penyayang...

Kabar gembira untukmu si pendosa

Setiap dari kita pernah berbuat dosa, baik itu dosa besar atau pun dosa kecil. Janganlah putus asa dari rahmat ALLAH. Walau dosa itu sebesar gunung, walau dosa itu setinggi langit, walau seluas laut atau pun sudah memenuhi langit dan bumi. Janganlah putus asa. ALLAH lebih mendahulukan ampunan-NYA berbanding kemarahan-NYA. Ampunan lebih besar dari kemarahan-NYA. Jangan putus asa dari ampunan ALLAH. Sungguh DIA maha pengampun. Berusahalah sedaya upaya untuk menghindari dosa-dosa itu. Jika engaku berbuat dosa lagi, betobatlah, berusahalah lagi sedaya upayamu untuk menghindari dosa itu dan mohon bantuan kepadaNYA. Engkau tidak akan mampu untuk menghindari dosa-dosa itu melainkan dengan bantuan ALLAH. Maka mohonlah bantuan kepadaNYA.
Hiasi diri dengan perbuatan baik, akhlak yang baik. Dirikanlah solat, berpuasalah, bersedekahlah, ajaklah manusia kearah kebaikan dan cegahlah kemungkaran. Semoga semua itu mampu membakar setiap dosa-dosa itu. Bacalah hadis-hadis di berikut ini. Semoga semua itu mampu menenagkan hati yang tengah gundah memikirkan dosa-dosa yang masih terasa membebankan jiwa. Jangan putus asa dari rahmat ALLAH...
Diriwayatkan dari abdullah bin mas’ud bahwa ada seorang lelaki mencium seorang perempuan, kemudian lelaki itu datang kepada nabi saw. Untuk mengatakan tentang dosa yang telah diperbuatnya itu, maka allah menurunkan ayat (yang artinya) :”dirikanlah solat pada kedua ujung siang(pagi dan petang) dan pada permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan baik bisa menghapus perbuatan dosa.”.(al qur’an,surat hud:114). Lelaki itu bertanya:” ya rasulallah..,apakah ayat ini juga berlaku untuk saya?”rasulullah menjawab:”untuk semua umatku”(al bukhari,nomor hadis: 526)

Diriwayatkan dari abu hurairah ra. Bahwa dia pernah rasulullah saw bersabda: “jika ada suatu sungai didepan rumah seseorang yang di situ dia mandi lima kali dalam sehari., masih adakah kotoran pada dirinya?” para sahabat menjawab: “tidak ada sedikit pun kotoran yang tersisa pada dirinya”. Rasulullah saw melanjutkan sabdanya: “begitulah perumpamaan solat lima waktu yang dengannya ALLAH menghapus dosa orang yang mengerjakannya.”(al bukhari ,nomor hadis: 528)

Diriwayatkan dari hudzaifah ra., dia berkata: kami pernah duduk bersama Umar ra., kemudian dia bertanya:”siapa salah seorang yang hafal sabda rasulullah saw tentang fitnah?” saya (hudzaifah) menjawab: “saya hafal sabda rasulullah saw itu.” Lanjut Umar: “kamu benar-benar tegas dan tegar”. Saya menuturkan sabda rasulullah saw.: “fitnah seseorang dalam urusan istrinya, hartanya, anaknya dan tetangganya bisa dilebur oleh solat, puasa, zakat/sedekah, amar ma’ruf dan nahi mungkar”. Kata Umar ra.: “bukan fitnah itu yang saya maksudkan, melainkan fitnah yang sedahsyat gelombang lautan”. Kata hudzaifah: “wahai amiril mukminin..! anda tidak perlu dengan fitnah tersebut, karena antara anda dan fitnah tersebut anda pintu yang terkunci”. Umar ra bertanya: “apakah pintu itu akan terbuka atau rusak ?” hudzaifah menjawab: “ya”. Umar ra berkata: “kalau pintu tersebut rusak maka selamanya tidak akan bisa dikunci lagi”. Hudzaifah ditanya oleh seseorang: “apakah Umar mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan pintu itu?” hudzaifah menjawab: “ya, dia tahu sebagaimana dia mengetahui bahwa sebelum pagi ada malam. Saya sampaikan suatu hadis yang dia tidak salah dalam memahaminya”. Hudzaifah ditanya lagi: “siapa yang dilambangkan dengan pintu tersebut?” hudzaifah menjawab: “Umar”.(al bukhari:525)